Data adalah sesuatu yang sangat berharga, bahkan jauh lebih berharga
dari media penyimpanannya sendiri. Media penyimpanan atau barang lainnya
yang hilang dapat dibeli lagi, namun tidak dengan datanya. Jadi langkah
terbaik untuk menghadapi hilangnya data adalah dengan melakukan backup
rutin. Karena ibarat kematian, kerusakan pada media penyimpanan tidak
dapat ditebak kapan terjadi.
Kerusakan pada hardware media
penyimpanannya adalah yang terburuk, pada beberapa kasus dapat
diperbaiki, namun sering kali terpaksa harus merelakannya dan mengganti
dengan yang baru. Kerusakan lain yang mungkin terjadi adalah ketika data
tidak dapat dibaca, entah itu karena tidak sengaja terhapus, terformat,
atau terkena virus. Tapi tidak perlu khawatir karena data dapat
dikembalikan dengan software recovery, kalau saya biasa menggunakan Get
Data Back, pengalaman 3 kali hardisk terformat gara-gara kesalahan
menginstal OS.
Namun kejadian kali ini berbeda.
Kali ini yang bermasalah adalah SD Card seorang teman. Ruang penyimpanan
terpakai cukup banyak namun ketika dibuka datanya tidak ada. Asumsi
pertama adalah datanya hidden, kemudian dicoba unhidden melalui command
prompt dengan perintah ATTRIB untuk menghilangkan atribut hidden pada file namun hasilnya sama saja.
Kemudian
saya coba menggunakan tool Get Data Back, siapa tau bisa direcovery,
namun ketika melakukan scanning malah terjadi error sehingga dapat
ditemukan. Kemudian coba googling mencari software lain yang lebih
handal. Sampailah menemukan TestDisk, namanya cukup familiar, katanya
cukup bagus untuk mengembalikan data yang hilang. Tidak ada salahnya
dicoba apalagi lisensinya Open Source jadi cukup halal tanpa perlu
susah-susah nyari cracknya. Hanya satu kekurangannya yaitu pada User
Interface yang sangat sederhana seperti command prompt.
Ternyata
dengan aplikasi ini daftar data dapat ditemukan, aplikasi ini juga dapat
digunakan untuk mengcopy data yang ditemukan tadi. berikut
langkah-langkah yang dilakukan:
1. Download TestDisk di http://www.cgsecurity.org/wiki/TestDisk_Download
2. Jalankan TestDisk,
3. pilih saja [Create] untuk menyimpan log file, tapi kalau rasanya tidak dibutuhkan pilih saja [No Log]
4. Pilih media penympanan yang akan direcovery, kemudian lanjutkan dengan memilih [Proceed]
5. Pilih tipe dari partisi media penyimpanan, kali ini saya pilih [Intel] karena menggunakan tipe FAT32
6. Pilih [Analyze]
7. Pilih [Quick Search]
8.Tekan tombol "P" pada keyboard untuk menampilkan daftar file pada partisi yang dipilih, untuk pilihan lainnya dapat dilihat dari keterangan
9. Maka akan keluar daftar folder dan file seperti dibawah ini, yang berwarna merah itu adalah data yang hilang
untuk dapat berpindah direktori dapat menggunakan tombol navigasi yang berupa panah di keyboard
10.
Pilih data yang akan dicopy dengan menggunakan tombol ":" dan tombol
"a" untuk memilih semua data, selanjutnya gunakan tombol "C" untuk mulai
mengcopy file,
Maka selanjutnya muncul tampilan untuk memilih direktori tempat tujuan mengcopy file,
11. Jika telah ditemukan direktori tujuannya, tekan "C" untuk memilih direktori
Kemudian akan muncul peringatan bahwa mengcopy file berhasil
Selanjutnya
kita lihat pada windows explorer data kita telah kembali. Meskipun
demikian tidak semua data dapat kembali dengan sempurna, sebagiannya
mungkin terjadi corrupt sehingga tidak bisa dibuka. Tapi setidaknya
masih ada data yang dapat diselamatkan dari pada harus kehilangan semuanya.
Tambang Timah dan Kerusakan Alam Pulau Bangka