Minggu, 01 April 2012

Email adalah salah satu aplikasi internet yang sangat populer dan sangat berguna. Lebih dari hanya sekedar sarana bertukar pesan sebagaimana pada masa-masa awal kemunculannya, sekarang email seakan berperan sebagai tanda pengenal di dunia maya. Adapun isi dari email beragam, ada yang hanya sekedar berita yang dikirim dari akun-akun kita di dunia maya sampai data-data penting seperti masalah keuangan dan dokumen-dokumen rahasia lainnya. Atas nama privasi tentu kita tidak ingin ada yang mengetahui apa isi dari email kita, apalagi sampai memanfaatkan informasi yang ada di dalamnya untuk hal-hal yang bisa merugikan.

Masalah keamanan email merupakan isu yang sangat perlu diperhatikan, penyedia layanan pun juga berfikir keras untuk mengamankan email penggunanya. Seakan tak mau kalah para hacker pun juga berlomba-lomba menjebol sistem keamanan yang telah dibangun. Beragam cara yang mereka lakukan, salah satu cara termudah adalah menggunakan laman palsu. Dari laman palsu tersebut mereka dapat menipu pengguna agar memasukkan email dan password mereka pada form log in palsu yang tersedia.

Biasanya pengguna yang kurang awas dan kurang teliti akan mudah tertipu. Untuk itu salah satu penyedia layanan email terbesar Yahoo mengeluarkan inovasi baru yang diberi nama sign-in seal atau segel masuk. Dengan adanya segel ini dimaksudkan pengguna bisa menilai apakah laman log in yahoo yang dilihatnya itu tersebut asli atau palsu. Konsepnya adalah otentikasi dua arah antara komputer dengan server yahoo. Segel masuk yang dibuat adalah tanda rahasia antara komputer tertentu dengan server yahoo. Jika server yahoo yang asli diakses dari komputer yang telah dibuatkan segel, maka segel akan ditampilkan, ini tentu saja tidak bisa dilakukan oleh laman yahoo palsu.

Agar segel lebih terjamin maka pengguna diberikan pilihan untuk menentukan sendiri segelnya. Segel dapat berupa tulisan atau gambar yang bisa diupload sendiri oleh pengguna, terdapat juga berbagai pilihan tema warna. Segel dapat dibuat dengan mengklik link pembuatan segel yang ditampilkan pada saat akan log in. Selanjutnya tinggal mengikuti beberapa langkah mudah yang harus dilalui.

Berikut tampilan laman log in yang telah dipasang segel

Selasa, 13 Maret 2012

Membicarakan Kejelekan Orang lain

Sifat manusia bermacam-macam, secara umum dapat dikategorikan menjadi dua saja, baik dan buruk. Yang menilai seseorang bukanlah dirinya sendiri, melainkan orang lain. Lalu apa yang dilakukan seseorang ketika menilai seseorang yang lain. Adalah mereka menilainya dan berkesimpulan sendiri, ada juga yang menilai dan mendiskusikan dengan orang lain yang kurang lebih seperti menggunjing.

Apa-apa saja yang dibicarakan mengenai seseorang, pastilah mengenai fisik dan kepribadiannya. Kalau secara fisik, itu adalah anugerah dari yang kuasa, seharusnya tidak ada yang boleh mencaci. Meski pun demikian kepribadian seseorang juga tidak boleh kita caci, kalau memang kurang baik sebaiknya diberikan saran-saran agar iya menjadi lebih baik.

Umumnya orang akan lebih banyak membicarakan kejelekan seseorang dari pada kebaikannya, mengapa demikian? Ada banyak hal yang bisa menjadi alasan.

Manusia pada ketika dilahirkan adalah suci bersih tanpa noda dan dosa, ibarat seperti kertas putih. Selanjutnya dalam perkembangannya iya akan di warnai dengan tinta kepribadiannya. Anggaplah baik itu seperti tinta putih dan buruk itu seperti tinta hitam. Jelas sekali diatas kertas putih tinta hitam akan sangat terlihat. Seseorang ketika melakukan akan dianggap biasa saja dan sangat wajar demikian. Namun jika berbuat keburukan meskipun itu kecil akan terlihat dan itulah yang mengundang perhatian dari orang disekitarnya.

Hal lain yang menyebabkan orang lain membicarakan kejelekan seseorang mungkin untuk menutupi aibnya sendiri. Ketika ia membicarakan kejelekan orang dia mengira akan terlihat lebih baik karena pembandingnya adalah yang dikatakan jelek tadi. Bagi pandangan saya rasa akan ada dua kesimpulan mengenai ini. Ada yang setuju dan makin menjelekan orang tersebut dikarenakan kotornya hati, sedangkan bagi pendengar yang bijak, ini terlihat sebaliknya karena ia dapat menilai dari apa yang dibicarakan dengan kenyataan, dan menilai orang yang berbicara.

Hal pokok yang membuat ini terjadi dikarenakan lemahnya iman barangkali. Islam melarang keras umatnya membicarakan aib saudaranya, sehingga diibaratkan orang yang seperti itu seperti memakan bangkai temannya sendiri. Dan bagi yang bisa menyimpan dan tidak mempublikasikan aib saudaranya, Allah juga akan menutupi aibnya, dan mungkin saja itu jauh lebih besar dan lebih jelek.

Sedapatnya janganlah kita melanjutkan membicarakan orang lain, mungkin saja kita lebih buruk dari itu. Bayangkan bagaimana rasanya dibicarakan juga kejelekan kita. Ketika kita berbicara dengan orang lain mungkin ia akan berada di pihak kita dan setuju dengan apa yang kita bicarakan itu, namun dibelakang kita sangat mungkin itu adalah giliran kita yang dibicarakan. Alangkah lebih baik untuk memberi nasehat-nasehat daripada sekedar cerita lepas yang tidak bermanfaat.

Senin, 20 Februari 2012

Separo Jalan Menuju Tawangmangu

Pada detik-detik terakhir berakhirnya liburan ingin sekali rasanya menikmati liburan dengan berwisata ke tempat yang sedikit jauh. Awalnya sudah merencanakan ke Kota Solo, namun ada yang ngajak ke Tawangmangu ya ikut saja, sepertinya lebih menarik.

Perjalanan dengan rekan-rekan asrama seperti biasa langsung berjalan tanpa banyak perencanaan. Usulan itu muncul sore hari, kemudian malamnya kami langsung berangkat. Kami berangkat sekitar jam 11 malam. Kalau dipikir-pikir aneh juga, perjalanan macam apa yang akan kami lakukan dengan berangkat larut malam dan harus pulang esok pagi, apalagi dengan jauhnya jarak yang akan ditempuh. Tapi itu tidak masalah, yang penting hepi.. hehehe.. Kami pun pergi dengan bersemangat.
Perjalanan jogja - tawangmangu kami tempuh dengan mobil biasa dengan muatan yang overload, mobil yang seharusnya berpenumpang 9 orang kami isi jadi 11 orang. Kondisi ini tentunya kurang nyaman bagi kami karena mobil jadi terasa sempit sekali, begitu juga bagi mobilnya yang sudah tua dan harus membawa muatan berlebih.

Awalnya perjalanan kami lancar-lancar saja, dengan penuh semangat kami menuju kawasan perkemahan yang terletak sebelum tawangmangu. Namun jalan kecil menuju perkemahan sedang diperaiki dan tak bisa kami lewati. Kondisi ini tak kami duga sebelumnya. Setelah berpikir sejenak akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju tempat perkemahan lain ke arah tawangmangu, berharap kami akan segera menemukan tempat untuk menginap karena sudah larut malam.

Di kawasan kaki gunung lawu ini medannya cukup sulit, tanjakan-tanjakan curam adalah tantangan terbesar. Untuk sementara waktu kami terus melawan tanjakan curam tersebut, namun tanjakan yang tidak kunjung habis membuat kami berpikir ulang karena mempertimbangkan mobil yang sepertinya terlalu lelah membawa kami yang sangat banyak ini. Akhirnya kami pun memutuskan balik arah, mencari tempat kosong disepanjang jalan yang memungkinkan kami berkemah. Pilihan jatuh di pekarangan Masjid Al - Furqan di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

Hanya beberapa jam kami bisa tidur, menjelang subuh jama'ah masjid mulai berdatangan dan kami juga tidak enak kalau tetap tidur, akhirnya kami bangun dan shalat subuh berjamaah dengan mereka. Menjelang pagi suhu udara masih dingin, dari timur dibalik bukit mulai muncul cahaya. Sementara rekan-rekan yang lain melanjutkan tidur kembali, saya coba berkeliling di sekitar masjid, dan ternyata pemandangannya sungguh indah, terdapat sejumlah penduduk yang menyapu dan bersih-bersih lingkungan mereka, saya kira ini seperti gotong royang yang mereka lakukan setiap pagi.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Candi Perawan dan air terjun yang terletak tidak jauh dari situ. Kendala serupa muncul kembali, hampir saja kami sampai, tinggal setengah kilometer lagi, namun kami kembali harus berbalik arah, tak sanggup melawan tanjakan-tanjakan curam yang menghadang. Akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke jogja. Wisata kali ini jadinya seperti wisata religi.

Kamis, 16 Februari 2012

Pesan Damai dari Perempatan Pingit


Liburan 3 minggu di jakarta membuat saya sangat rindu dengan suasana jogja yang jauh berbeda. Cuaca yang sedikit kurang bersahabat tidak menghalangi niat untuk melihat indahnya jogja malam hari. Tujuan kali ini adalah pasar klitikan pusat barang2 murah.
Letaknya tak jauh dari asrama tempat saya tinggal, sekitar 10 menit dengan sepeda motor. Adapun yang membuat perjalanan semakin lama adalah lampu merah di perempatan pingit yang lebih dari 100 detik. Kondisi seperti ini sering dimanfaatkan oleh sebagian orang, ada yang berjualan koran, meminta sumbangan atau membagikan selebaran promosi dan lain sebagainya.
Meski tadi kondisi cuaca agak sedikit buruk terlihat dua orang yang sedang membagikan selebaran dan sebuah permen lolipop berbentuk hati untuk pengendara yang terjebak lampu merah. Selebaran sederhana berwarna cantik biru dan pink itu berisikan pesan-pesan damai untuk masyarakat yang lebih baik.